
Lasagna adalah salah satu hidangan khas Italia yang memiliki tampilan unik dan cita rasa luar biasa. Makanan ini sering ditemukan di berbagai restoran atau kafe bergaya Italia karena rasanya yang kaya, gurih, dan mengenyangkan. Tak heran, lasagna menjadi favorit banyak orang dari berbagai usia.
Lasagna terdiri dari lapisan-lapisan pasta yang diselingi oleh saus daging, keju, dan kadang juga sayuran. Seluruh bahan kemudian dipanggang hingga keju meleleh dan pasta matang sempurna. Tak hanya menarik secara visual, lasagna juga menyimpan sejarah panjang dan filosofi kuliner yang mendalam. Yuk, simak lebih lanjut tentang asal usul, cara memasak, hingga nilai gizinya dalam artikel ini!
Asal Usul dan Filosofi Lasagna Italia
Asal-usul lasagna dapat ditelusuri jauh ke masa Romawi kuno. Kata “lasagna” sendiri berasal dari kata Latin “lasanum” yang berarti panci atau wadah masak. Meski begitu, bentuk lasagna modern yang kita kenal saat ini pertama kali populer di kota Napoli (Naples), Italia, sekitar abad ke-14.
Filosofi lasagna mencerminkan keharmonisan dalam keragaman. Hidangan ini menyatukan berbagai bahan—daging, saus, pasta, dan keju—menjadi satu kesatuan yang lezat dan seimbang. Bagi orang Italia, memasak lasagna adalah bentuk cinta, kesabaran, dan tradisi keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Di hari-hari besar seperti Natal atau Paskah, lasagna kerap hadir sebagai sajian istimewa. Tidak hanya sebagai makanan, lasagna juga menjadi simbol kebersamaan dan perayaan.
Bahan-Bahan Lasagna Italia
Untuk membuat lasagna khas Italia, kamu memerlukan bahan-bahan yang mudah ditemukan di pasar atau supermarket. Berikut detailnya:
Bahan Utama:
- Lembaran kulit lasagna (bisa buatan sendiri atau beli instan)
- 500 gr daging sapi cincang
- 1 buah bawang bombay, cincang halus
- 3 siung bawang putih, cincang halus
- 800 gr saus tomat (bisa homemade atau kemasan)
- 2 sdm minyak zaitun
- 1 sdm oregano kering
- 1 sdt garam
- ½ sdt merica bubuk
Bahan Keju:
- 250 gr keju ricotta, parut
- 200 gr keju parmesan, parut
- 300 gr keju mozzarella, parut
Pelengkap:
- Minyak zaitun untuk mengolesi loyang
- Aluminium foil
Kombinasi tiga jenis keju akan menghasilkan rasa dan tekstur yang mewah serta berlapis-lapis gurihnya.
Cara Memasak Lasagna Italia
Berikut langkah-langkah memasak lasagna yang bisa kamu praktikkan di rumah:
- Tumis Bumbu Daging:
Panaskan minyak zaitun dalam wajan besar. Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum. - Masak Saus Daging:
Tambahkan daging cincang ke dalam wajan. Masak hingga berubah warna menjadi cokelat keemasan. Masukkan saus tomat, oregano, garam, dan merica. Biarkan mendidih, lalu kecilkan api dan masak selama 20–30 menit sambil sesekali diaduk. - Siapkan Campuran Keju:
Dalam mangkuk terpisah, campur keju ricotta dengan setengah dari keju parmesan parut. - Susun Lasagna:
Olesi loyang aluminium dengan minyak zaitun. Tambahkan sedikit saus daging sebagai dasar. Letakkan lembaran kulit lasagna, kemudian saus, lalu campuran keju. Ulangi hingga loyang terisi penuh. - Tambahkan Keju Mozzarella:
Pada lapisan paling atas, taburkan keju mozzarella agar hasil panggangan lebih creamy dan menggoda. - Panggang Lasagna:
Tutup loyang dengan aluminium foil. Panggang dalam oven bersuhu 180°C selama 25–30 menit. Buka aluminium foil dan panggang lagi 10–15 menit hingga keju kecokelatan. - Dinginkan dan Sajikan:
Keluarkan lasagna dan biarkan dingin sekitar 10 menit agar mudah dipotong dan tidak hancur.
Cara Penyajian Lasagna Italia
Lasagna paling nikmat disajikan hangat, langsung setelah keluar dari oven. Potong secara hati-hati agar setiap lapisannya terlihat jelas. Sajikan dalam piring keramik atau porselen agar tetap hangat lebih lama.
Sebagai pelengkap, kamu bisa menambahkan:
- Salad hijau segar dengan dressing lemon atau vinaigrette
- Roti bawang panggang
- Segelas air lemon atau anggur merah (jika sesuai selera)
Lasagna juga bisa dinikmati kembali keesokan harinya setelah dipanaskan kembali—bahkan beberapa orang bilang rasanya justru lebih enak!
Tips Memasak Lasagna Italia
Agar lasagna buatanmu lebih sempurna, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Gunakan saus tomat homemade agar rasa lebih alami dan segar.
- Jangan terlalu banyak mengisi loyang agar lasagna tidak meluap saat dipanggang.
- Tutup dengan aluminium foil saat memanggang awal untuk menjaga kelembapan dan mencegah gosong.
- Biarkan lasagna dingin beberapa menit sebelum dipotong, agar hasil potongan lebih rapi.
- Jika menggunakan kulit lasagna kering, kamu bisa merebusnya sebentar agar lebih lentur.
Nilai Gizi dan Manfaat Lasagna Italia
Lasagna adalah hidangan padat gizi jika dimasak dengan bahan berkualitas. Berikut nilai gizi per porsi rata-rata:
- Kalori: 350–450 kcal
- Protein: 20–25 gr (dari daging dan keju)
- Karbohidrat: 30–40 gr (dari lembaran pasta)
- Lemak: 20–25 gr (terutama dari keju dan minyak)
Manfaat lasagna jika dikonsumsi seimbang:
- Memberikan energi yang cukup karena kandungan karbohidrat dan protein
- Meningkatkan massa otot dari protein hewani
- Kalsium dari keju baik untuk kesehatan tulang dan gigi
- Antioksidan dari saus tomat, terutama lycopene, baik untuk kesehatan jantung
Tentu saja, lasagna sebaiknya dinikmati dalam porsi wajar, karena kandungan lemak dan kalori cukup tinggi terutama dari keju.
Kesimpulan
Lasagna bukan hanya makanan, tapi warisan budaya yang telah melewati generasi. Dengan rasa yang kaya dan tampilan yang menggoda, tak heran jika lasagna menjadi salah satu ikon kuliner Italia. Kombinasi sempurna antara daging, keju, pasta, dan saus tomat menjadikannya pilihan ideal untuk makan malam spesial bersama keluarga.
Meskipun terlihat rumit, membuat lasagna sebenarnya cukup mudah jika kamu mengikuti langkah-langkahnya dengan benar. Jadi, tunggu apa lagi? Coba buat sendiri di rumah dan nikmati lasagna buatan tanganmu dengan rasa otentik khas Italia!








Tinggalkan Balasan