
Pizza adalah salah satu hidangan paling populer di dunia. Namun, tak semua pizza memiliki tekstur dan rasa yang sama. Jika kamu termasuk pencinta pizza, pasti pernah mendengar tentang Italian pizza dough—adonan pizza khas Italia yang terkenal dengan teksturnya yang ringan, renyah di luar, namun lembut di dalam.
Berbeda dengan adonan pizza ala Amerika yang cenderung tebal dan berat, adonan pizza Italia justru lebih sederhana dalam komposisi bahan dan lebih mengedepankan kualitas rasa dari proses fermentasi yang tepat. Membuatnya sendiri di rumah bukanlah hal sulit, apalagi jika kamu mengikuti langkah-langkah yang benar. Artikel ini akan mengupas tuntas mulai dari asal usul hingga tips memasak adonan pizza Italia.
Asal Usul dan Filosofi Italian Pizza Dough
Pizza berasal dari Italia, tepatnya dari kota Napoli (Naples) di Italia selatan. Tradisi membuat pizza di Napoli telah berlangsung selama ratusan tahun, bahkan diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia. Di sanalah lahir gaya pizza otentik Italia dengan adonan yang tipis dan renyah.
Filosofi di balik adonan pizza Italia sangat sederhana: sedikit bahan, proses maksimal. Adonan hanya terdiri dari tepung, air, ragi, garam, dan minyak zaitun—tanpa tambahan gula berlebih atau bahan pengembang lainnya. Kuncinya terletak pada teknik fermentasi yang alami dan waktu yang cukup untuk mengembangkan gluten agar menghasilkan tekstur yang pas.
Orang Italia percaya bahwa kualitas pizza berasal dari kesederhanaan dan perhatian pada detail. Oleh karena itu, membuat pizza bukan hanya soal memasak, tapi juga seni dan penghormatan pada tradisi.
Bahan-bahan Italian Pizza Dough
Untuk membuat adonan pizza khas Italia, kamu membutuhkan bahan-bahan berikut:
Bahan Utama:
- 1 ½ sdt ragi aktif
- ½ sdt gula
- 118 ml air hangat
- 272 gram tepung serbaguna (diayak terlebih dahulu)
- ½ sdt garam
- 2 sdm minyak zaitun
- 1 butir telur, dikocok
Peralatan yang Diperlukan:
- Mangkuk besar
- Sendok kayu atau spatula
- Plastik wrap atau kain bersih
- Permukaan datar untuk menguleni
- Rolling pin (opsional)
Bahan-bahan ini cukup sederhana dan mudah ditemukan di dapur rumahan. Pastikan kualitas tepung dan ragi dalam kondisi baik agar hasilnya maksimal.
Cara Memasak Italian Pizza Dough
Langkah-langkah membuat adonan pizza Italia sangat mudah, bahkan untuk pemula:
- Aktifkan ragi:
Campurkan ragi dan gula ke dalam air hangat. Aduk dengan garpu hingga larut. Diamkan selama ±10 menit di tempat hangat hingga berbusa. - Campur bahan kering:
Dalam mangkuk besar, campurkan tepung yang sudah diayak dan garam. Aduk rata. - Gabungkan bahan basah:
Masukkan minyak zaitun ke dalam campuran tepung. Di mangkuk terpisah, tuang campuran ragi ke dalam telur kocok, lalu aduk hingga rata. - Uleni adonan:
Campurkan semua bahan hingga menjadi satu adonan. Pindahkan ke meja yang sudah ditaburi tepung, lalu uleni selama ±8 menit sampai adonan kenyal dan elastis. - Fermentasi adonan:
Letakkan adonan dalam mangkuk yang sudah dioles minyak zaitun. Tutup dengan plastik wrap dan diamkan selama 1 jam atau hingga adonan mengembang 2 kali lipat. - Bentuk adonan:
Setelah mengembang, tekan adonan untuk mengeluarkan udara. Gulung dan bentuk sesuai ukuran loyang atau wajan yang akan digunakan.
Cara Penyajian Italian Pizza Dough
Setelah adonan siap dibentuk, kamu bisa langsung menambahkan topping sesuai selera: saus tomat, keju mozzarella, jamur, paprika, pepperoni, atau hanya minyak zaitun dan basil untuk versi sederhana ala pizza margherita.
Adonan ini bisa dipanggang di oven bersuhu tinggi (200–250°C) selama 10–15 menit, atau menggunakan wajan teflon atau air fryer untuk versi praktis di rumah. Pastikan bagian bawah adonan matang sempurna dan permukaannya keju meleleh sempurna.
Kamu juga bisa menyimpan adonan di kulkas selama 24 jam untuk fermentasi dingin, yang justru membuat rasa lebih kompleks dan adonan lebih mudah diolah.
Tips Memasak Italian Pizza Dough
Agar hasilnya maksimal, berikut beberapa tips penting:
- Gunakan air hangat, bukan panas. Suhu air terlalu panas bisa membunuh ragi.
- Fermentasi lebih lama, lebih baik. Jika sempat, biarkan adonan fermentasi di kulkas selama semalaman (cold ferment) untuk hasil terbaik.
- Jangan terlalu banyak menekan adonan setelah mengembang. Ini agar gelembung udara tidak hilang dan teksturnya tetap ringan.
- Panggang dengan suhu tinggi. Pizza Italia asli dipanggang dalam oven kayu bersuhu tinggi, jadi gunakan suhu maksimal pada oven rumahan.
- Gunakan tepung di permukaan kerja agar adonan tidak lengket.
Nilai Gizi dan Manfaat Italian Pizza Dough
Adonan pizza Italia mengandung karbohidrat kompleks dari tepung, lemak sehat dari minyak zaitun, dan sedikit protein dari telur. Berikut manfaatnya:
- Energi utama: Karbohidrat dari tepung memberikan energi untuk aktivitas sehari-hari.
- Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk jantung.
- Telur memberi tambahan protein dan nutrisi penting seperti vitamin B12.
Karena tidak menggunakan banyak gula dan bahan tambahan, adonan pizza Italia bisa menjadi pilihan lebih sehat dibandingkan adonan pizza gaya Amerika yang cenderung lebih berat.
Kesimpulan
Italian pizza dough adalah dasar dari pizza klasik yang telah dinikmati selama berabad-abad. Dengan bahan yang sederhana dan cara membuat yang tidak rumit, kamu bisa menghadirkan cita rasa otentik Italia dari dapur rumahmu sendiri.
Kunci dari adonan pizza Italia terletak pada kesabaran dan teknik. Tidak perlu banyak bahan atau alat canggih—cukup niat dan waktu yang cukup untuk mengolahnya dengan benar. Jadi, jika kamu sedang ingin menikmati pizza yang ringan, renyah, dan autentik, cobalah membuat adonan pizza Italia ini. Rasanya tak kalah dengan buatan restoran!








Tinggalkan Balasan