
Chicken Shawarma adalah salah satu hidangan Timur Tengah yang populer di berbagai belahan dunia. Hidangan ini terkenal dengan bumbu rempah yang kaya, aroma menggoda, dan daging ayam yang empuk. Biasanya, shawarma dijual sebagai makanan kaki lima di Timur Tengah, namun kini banyak restoran internasional yang turut menyajikannya. Keunikan Chicken Shawarma terletak pada marinasi bumbu khas yang membuat daging terasa juicy sekaligus gurih. Artikel ini akan membahas asal usul dan filosofi shawarma, bahan-bahan yang digunakan, cara memasak, penyajian, hingga manfaat gizinya.
Asal Usul dan Filosofi Chicken Shawarma
Shawarma berasal dari kawasan Timur Tengah, khususnya wilayah Levant yang meliputi Palestina, Suriah, Lebanon, hingga Turki. Nama “shawarma” berasal dari bahasa Turki “çevirme” yang berarti diputar, sesuai dengan teknik memasak tradisionalnya: daging ditumpuk pada besi panjang vertikal dan diputar perlahan di depan api hingga matang.
Filosofi di balik shawarma adalah kebersamaan. Hidangan ini sering dinikmati dalam bentuk wrap atau roti pita, sehingga mudah dibawa dan disantap bersama teman atau keluarga. Di kota Ramallah, Palestina, shawarma bahkan menjadi makanan sehari-hari yang identik dengan suasana hangat dan penuh keakraban.
Bahan-Bahan Chicken Shawarma
Bahan Utama Marinasi Ayam
- 500 gram dada ayam tanpa tulang dan kulit
- 3 sdm yogurt plain
- 3 sdm minyak zaitun
- 2 sdm air perasan lemon
- 1 sdt kulit lemon parut (lemon zest)
- 1 sdt garam kosher
- 1 sdt merica hitam bubuk
- 1 sdt bawang putih bubuk
- 1 sdt bawang merah bubuk
- 1/2 sdt jahe bubuk
- 1/2 sdt kayu manis bubuk
- 1/4 sdt cengkeh bubuk
Bahan Pelengkap Wrap
- Roti pita atau flatbread secukupnya
- 100 gram kol merah, iris tipis
- Acar mentimun dan acar lobak (pickled cucumbers & pickled turnips)
- 1 buah bawang merah, iris tipis dan campur dengan bubuk sumac
- Saus tahini atau saus bawang putih (toum)
Cara Memasak Chicken Shawarma
- Campurkan semua bumbu marinasi dalam mangkuk besar: yogurt, minyak zaitun, perasan lemon, kulit lemon, serta bumbu bubuk. Aduk rata.
- Masukkan potongan dada ayam ke dalam campuran bumbu. Pastikan seluruh bagian ayam terlapisi merata.
- Tutup mangkuk dengan plastik wrap dan simpan di kulkas selama 2–3 jam, lebih baik semalaman agar bumbu lebih meresap.
- Panaskan wajan datar atau grill pan dengan api sedang-tinggi. Masak ayam hingga kedua sisi berwarna kecokelatan dan matang sempurna.
- Angkat ayam, diamkan sejenak, lalu iris tipis menyerupai potongan shawarma tradisional.
Cara Penyajian Chicken Shawarma
Shawarma paling nikmat disajikan dalam bentuk wrap. Ambil roti pita, letakkan potongan ayam di atasnya, tambahkan kol merah, acar, irisan bawang dengan sumac, lalu siram dengan saus tahini atau toum. Gulung rapat, kemudian panggang sebentar di atas wajan agar wrap lebih hangat dan renyah. Selain itu, chicken shawarma juga bisa disajikan dalam bentuk rice bowl dengan tambahan nasi hangat, hummus, dan sayuran segar.
Tips Memasak Chicken Shawarma
- Gunakan yogurt plain sebagai bahan marinasi karena membantu melembutkan tekstur ayam.
- Potong ayam lebih tipis agar bumbu lebih cepat meresap dan daging matang merata.
- Panggang dengan api sedang supaya ayam tidak cepat gosong di luar namun tetap juicy di dalam.
- Simpan sisa shawarma dalam wadah kedap udara di kulkas. Untuk menghangatkannya, tambahkan sedikit air di wajan agar tidak kering.
- Variasi vegetarian: ganti ayam dengan jamur portobello atau tahu berbumbu rempah.
Nilai Gizi dan Manfaat Chicken Shawarma
Chicken Shawarma tidak hanya lezat, tetapi juga kaya gizi. Daging ayam mengandung protein tinggi yang penting untuk pertumbuhan otot dan perbaikan sel. Minyak zaitun dalam marinasi memberikan lemak sehat yang baik untuk jantung. Yogurt berfungsi sebagai probiotik alami yang mendukung kesehatan pencernaan. Sementara itu, sayuran pelengkap seperti kol merah dan acar memberikan serat, vitamin C, dan antioksidan. Dengan kombinasi ini, shawarma bisa menjadi pilihan makanan cepat saji yang tetap menyehatkan.
Kesimpulan
Resep shawarma ayam autentik adalah resep yang luar biasa yang akan disukai seluruh keluarga. Ayam yang dimarinasi dengan bumbu shawarma buatan sendiri lalu dipanggang di atas kompor ini menghadirkan cita rasa khas dari Ramallah.
Ini adalah resep shawarma ayam yang lezat dan autentik, rasanya persis seperti hidangan asli di daerah asalnya. Shawarma tradisional merupakan hidangan praktis untuk malam hari yang sering dinikmati. Bisa disajikan sebagai wrap dengan roti pipih, atau sebagai semangkuk nasi shawarma ayam di atas selada, nasi, ataupun dengan sayuran segar dan hummus.







Tinggalkan Balasan